Prapositionem im Akusatif dan dativ
“Kata depan dalam kasus Akusatif dan
dativ”
Der Kasus merupakan bagian dari kata
benda, yang menunjukan hubungan kata benda dengan elemen-elemen lain dalam
kalimat atau anak kalimat. Contoh : Subyek adalah Nominativ,
Obyek adalah Akkusativ, Dativ dan Genitiv.
- Hubungan antara bagian yang berbeda dalam kalimat juga dapat ditentukan oleh kata yang memerintah kata benda tersebut seperti kata sifat, kata kerja dan kata depan. Lihat contoh :
- Kata Kerja yang memerlukan kasus tertentu :
- brauchen – Akkusativ – Ich brauche einen Kugelschreiber.
- gefallen – Dativ = Gefällt Ihnen Bali?
- beschuldigen – Genitiv = Man beschuldigte ihn des Mordes.
- Kata sifat yang memerlukan kasus tertentu :
- breit – Akkusativ – Das Zimmer ist einen Meter breit.
- ähnlich – Dativ = Ich bin meiner Schwester sehr ähnlich.
- würdig – Genitiv = Er ist ein würdiger Nachfolger des Chefs.
- Kata depan yang memerlukan kasus tertentu :
- ohne – Akkusativ = Ohne mich kannst du allein gehen.
- bei – Dativ = Eric wohnt noch bei seinen Eltern.
- Wegen – Genitiv = Wegen des Regens können wir nicht ins Kino gehen
Berikut
penjelasan dari kedua kasus yaitu :
a.
Akkusativ
Kata
benda atau kata ganti dinamakan Akkusativ apabila :
- Sebagai objek langsung dari sebuah kata kerja yang selalu memerlukan Akkusativ.
- Ich habe ein Auto.
- Wir hören einen Dialog.
Berikut kata kerja yang selalu
memerlukan obyek Akkusativ :
- anrufen
- brauchen
- begrüßen
- haben
- essen
- kennen lernen
- lesen
- sehen
- kochen usw.
- Apabila dipergunakan bersama dengan kata depan (Präposition) “bis”, “durch”, “entlang”, “für”, “gegen”, “ohne”, “um”, “um…herum”, dalam sebuah kalimat.
- Rita kauft Rosen für Ihre Mutter.
- Du kannst ohne mich gehen.
- Apabila dipergunakan bersama dengan kata depan “an”, “auf”, “hinter”, “in”, “neben”, “über”, “unter”, “vor”, “zwischen” dalam sebuah kalimat, (apabila membicarakan tentang gerakan atau arah tujuan).
- Mein Tochter geht heute nicht in die Schule.
- Er legt das Buch auf den Tisch.
- Apabila dipergunakan bersama dengan kata sifat yang menunjukan berat dan ukuran serta kata sifat yang memerlukan obyek akkusativ.
- Das kleine Auto ist einen Meter breit.
- Du bist mir noch 200 Euro schuldig.
Berikut daftar kata sifat yang sering
dipergunakan dengan obyek akkusativ :
- alt
- breit
- groß
- hoch
- lang
- schwer
- gewohnt
- schuldig
- menunjukan waktu
- Meine Tochter spielt den ganzen Tag im Garten.
- untuk memberikan keterangan yang lebih detail tentang element yang lain dalam kalimat yang dinamakan “keterangan tambahan” (Apposition).
Kennst du Madonna, die Sängerin ?
Selain itu,
Akkusativ dapat juga disebut “kasus keempat” (der Wenfall), sebab dalam
aturan, kasus Akkusativ dapat ditanyakan dengan menggunakan “wen atau
was”. Contoh :
Er liest ein
Krimibuch.
Was liest er ? einen Krimibuch.
Ich brauche eine
Lesebrille zum Lesen.
Was brauche ich zum Lesen ? eine Lesebrille.
Selain itu juga
ada contoh yang lain mengenai akusatv, berikut contohnya:
Ich liebe dich nicht
Penjelasan : Ini adalah sebuah kalimat simple
yang sangat sering terdengar di telinga kita :-). Ya Ich liebe dich (saya suka
kamu)adalah kalimat pamungkas yang pasti ditanyakan ketika Belajar Bahasa
Jerman 🙂,
tetapi pada kesempatan kali ini saya tambahkan kata “nicht”, yang artinya “Saya
tidak suka kamu” hehe. Jadi ngelantur… Yuk kita kembali ke pembahasan mengenai
Akkusativ. Pada kalimata tersebut kata “dich” dikenakan kasus Akkusativ,
mengapa ? Kata kata kerja lieben = mencintai tergolong kata kerja Akkusativ,
maka objek setelahnya dikenakan kasus Akkusativ
Hier ist ein Auto fuer meinen Vater
Penjelasan : Kalimat tersebut menggunakan
Kasus Akkusativ, karena ” Fuer” adalah Praposition (kata depan) yang harus
mengguanakan Kasus Akkusativ. Oleh karena itu kalimat ini harus menggunakan
Akkusativ
Am Wochenende besuche ich meine Mutter in Berlin Penjelasan : Kata kerja “besuchen =
mengunjungi” juga dikenakan kasus Akkusativ, jadi penggunaan kalimat ini harus
dengan Akkusativ
Ohne dich kann ich nicht leben (tanpamu aku tidak bisa hidup)
Penjelasan : Kalimat ini menggunakan
Praposition “ohne=tanpa”, dimana Praposition “ohne” adalah tergolong
Praposition Akkusativ, jadi kalimat ini
harus
menggunakan kasus Akkusativ
- Verben mit Akkusativ, ist die meistens Verben auf Deutsch (Sebagian besar kata kerja dalam Bahasa Jerman dikenakan kasus Akkusativ)
- Praposition mit Akkusativ : durch, fuer, gegen, ohne, um
b.
Dativ
Kata
benda atau kata ganti dinamakan Dativ apabila :
- Sebagai pelengkap objek tidak langsung dari kata kerja yang selalu memerlukan Dativ.
- Ich danke dir.
- Bitte hilf mir !
- Schmeckt Ihnen die Suppe ?
Berikut daftar kata kerja yang selalu
memerlukan Obyek Dativ :
- anworten
- danken
- gefallen
- gehören
- helfen
- passen
- schaden
- zuhören
- schmecken usw.
- Apabila dipergunakan bersama dengan kata depan (Präposition) “an… vorbei”, “aus”, “bei”, “gegenüber”, “mit”, “nach”, “seit”, “von”, “von…aus”, “zu” dalam sebuah kalimat
- Gestern war ich bei meinen Eltern.
- Seit meiner Ankunft in Deutschland lerne ich Deutsch.
- Apabila dipergunakan bersama dengan kata depan “an”, “auf”, “hinter”, “in”, “neben”, “über”, “unter”, “vor”, “zwischen” dalam sebuah kalimat, (apabila membicarakan suatu tempat).
- Ich studiere noch an der Universität.
- Anton sitzt unter dem Baum.
- Apabila dipergunakan dengan kata sifat yang selalu membutuhkan obyek tidak langsung dalam suatua kalimat.
- Sie ist ihrer Schwester sehr ähnlich.
- Ihm ist alles egal.
Berikut daftar kata sifat yang selalu
memerlukan Obyek Dativ :
- ähnlich
- behilflich
- bekannt
- egal
- gleich
- möglich
- recht
- sympathisch
- überlegen
- untuk memberikan keterangan yang lebih detail tentang element yang lain dalam kalimat yang dinamakan “keterangan tambahan “(Apposition).
Das Auto gehört
ihr, der Frau von Herrn Müller.
Selain itu,
Dativ dapat juga disebut “kasus ketiga” (der Wemfall), sebab dalam
aturan, kasus Dativ dapat ditanyakan dengan menggunakan “wem atau
was”. Contoh :
Sie kauft ihrem Sohn ein Auto.
Wem kauft sie ein Auto?
ihrem Sohn
Ich erzähle ihm die Gesichte.
Wem erzähle ich die Gesichte
? ihm
Contoh
kalimat :
- Koennen Sie mir
helfen beim Umzug ?
Penjelasan : Kalimat ini menggunakan Dativ dalam Personal Pronomen “mir=saya”, karena menggunakan kata kerja (Verben) mit Dativ yakni ” helfen” - Anita geht ins
Kino mit den Freunden am Wochenende
Penjelasan : Kalimat tersebut mengandung Dativ dengan menggunakan Praposition (kata depan) “mit”, dimana semua kata yang menggunakan Praposition “mit” maka harus dikenakan Dativ - Das Essen
schmeckt mir ganz gut
Penjelasan : Pada kalimat ini juga menggunakan Dativ, karena terkena kata kerja Dativ, yakni ” schmecken”, so semua kata setelah schmecken maka harus dikenakan kasus Dativ - Nach der Schule mochte ich
schwimmen
Penjelasan : kalimat ini menggunakan Dativ, karena sebelumnya didahului oleh Praposition mit Dativ
Sekedar
mengulang sekaligus mengingatkan kita mengenai apa-apa saja kata kerja dan
Prapositionen yang terkena kasus Dativ yuk sama-sama kiata ulas kembali
- Verben mit Dativ : helfen, danken, gratulieren, schmecken, antworten, passen, gefallen, gehoeren (untuk level A1)
- Prapositionen mit Dativ : aus,a bei, mit, nach, seit, von, zu, ausser
. Kasus Akkusativ
Kasus
Akkusativ(us) adalah bentuk yang digunakan untuk menunjukkan tujuan langsung
dari kata kerja (bantu kata kerja) dalam kalimat itu (Satz) yang menunjukkan
bahwa kata benda yang dimaksud berfungsi sebagai objek penderita. Biasanya
sebelum kata benda yang dimaksudkan didahului oleh kata penunjuk jenis
(maskulinum, feminim, neutrum). Kata penunjuk jenis untuk bentuk Akkusativ
ialah:
den dan einen
————–> kata benda jenis Maskulinum
die dan eine
—————> kata benda jenis Femininum
das dan ein
—————-> kata benda jenis Neutrum
Akkusativ
berikut:
Akkusativ
Maskulinum den
Bleistift (tentu)——-> einen Bleistift (tak tentu)
Femininum die
Feder (tentu)——–> eine Feder (tak tentu)
Neutrum das
Heft (tentu) ———> ein Heft (tak tentu)
CONTOH:
Er hat den
Bleistift (tentu)———–>Akkusativ: Ia mempunyai Pinsil itu
Er hat einen
Bleistift (tak tentu)–>Akkusativ : Ia mempunyai sebuah Pinsil
Er hat die
Feder (tentu)——–> Akkusativ : Ia mempunyai Pena
Er hat eine
Feder (tak tentu)—-> Akkusativ : Ia mempunyai sebuah Pena
Kasus Dativ
Kasus Dativ
sering ditulis dalam huruf D saja. Pengertian Dativ ialah bentuk yang dipakai
untuk menyatakan tujuan tak langsung atau pelengkap penderita atau keterangan
kata kerja yang bersangkutan. Kata penunjuk jenis untuk Dativ adalah:
dem —>
Maskulinum-Tentu dan einem ———-> Maskulinum-Tak Tentu
der —–>
Feminim-Tentu dan einer —————> Feminim-Tak Tentu
dem ———>
Neutrum-Tentu dan einem ————-> Neutrum-Tak Tentu
Dativ berikut:
Jantan
—————–> dem Lehrer (tentu)———> einem Lehrer (tak tentu)
Betina——————>
der Lehrerin (tentu)———> einer Lehrerin (tak tentu)
Banci——————–>das
Maedchen (tentu)——-> einem Maedchen (tak tentu)
Contoh:
1. Der Herr
kauft dem Lehrer (D) ein Fahrrad (Mask-tentu)
Tuan membeli
sebuah sepeda kepada bapak Guru —–> kepada Guru (dem Lehrer) menunjukkan
Kasus Dativ-tentu
Der Herr kauft
einem Lehrer (D) ein Fahrrad (Mask-tak tentu)
Tuan membeli
sebuah sepeda kepada seorang Guru pria—–> seorang Guru (einem Lehrer)
menunjukan Kasus Dativ- Mask. tak tentu
2. Der Herr
Kauft der Lehrerin (D) ein Fahrrad (Femin.-tentu)
Tuan membeli
sebuah sepeda kepada ibu Guru—–>Kepada ibu guru (der Lehrerin) menunjukan
Kasus Dativ-Fem.-Tentu)Der Herr kauft einer Lehrerin (D) ein Fahrrad (Fem.tak
tentu)–>Tuan membeli sebuah sepeda kepada seorang ibu guru—->kepada
seorang ibu guru (einer Lehrerin) menujukan Kasus Dativ-Tak Tentu
Smandupostmia3.blogspot.com